
Tampilkan postingan dengan label Chelsea Islan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chelsea Islan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Agustus 2018
Minggu, 07 Januari 2018
Selasa, 06 Desember 2016
HEADSHOT (2016) REVIEW : Kolaborasi Dua Genre Yang Memikat

Kebrutalan dalam film Martial Arts adalah sebuah indikator baru dari
kualitas sebuah film milik perfilman nasional. Di poin inilah, ada sebuah titik
balik yang muncul di dalam perfilman nasional. Diawali oleh film The Raid yang
disutradarai oleh Gareth Evans, film ini menjadi sorotan banyak orang dan juga
perfilman Internasional. Kedigdayaannya diakui oleh banyak pihak membuat
perfilman nasional setidaknya mendapat citra baru baik domestik maupun
mancanegara.
Rabu, 20 Juli 2016
RUDY HABIBIE (2016) REVIEW : Perjalanan Panjang Nan Terjal Sosok Ternama
Pembuat film Indonesia memang tak henti-hentinya membuatkan film
biopik dari sosok orang terkenal. Ini layaknya sebuah tren bagi mereka untuk
menghipnotis calon penontonnya agar berbondong-bondong pergi ke bioskop. Salah
satunya adalah membuatkan sebuah film biopik dari presiden-presiden Republik
Indonesia. Pak B.J. Habibie sempat mendulang sukses dengan film kisah cinta
sejatinya dengan Ibu mendiang Ainun pada tahun 2012.
Minggu, 18 Januari 2015
DI BALIK 98 (2015) REVIEW : Keterbatasan Dunia Fiktif dalam Setting Nyata
Para pelakon di bidang akting merambah keahlian mereka di dunia balik
layar perfilman memang sedang menjadi tren. Mereka mencoba untuk mengarahkan
film mereka sendiri, meskipun beberapa masih ada yang mencoba keahlian mereka
lewat film pendek. Reza Rahadian, Acha Septriasa, Ladya Cheryl, dan Lukman
Sardi awalnya juga memulai debut mereka lewat film pendek. Lukman Sardi
memberanikan diri untuk mengasah lagi kemampuannya dalam mengarahkan sebuah
film panjang yang di rilis di bioskop.
Rabu, 31 Desember 2014
MERRY RIANA : MIMPI SEJUTA DOLAR (2014) REVIEW : Inaccuracy in Inspirational Story

Mengangkat kisah inspiratif seorang tokoh bisa menjadi ke dalam sebuah
film layar lebar menjadi tren di kalangan industri perfilman Indonesia. Sebuah
biopik dari berbagai kalangan mulai dari seorang yang terpandang dan penting
bagi negara hingga seorang yang sukses dalam karirnya mulai dari nol. Kisah
inspiratif itu pun selalu dengan mudah menarik minat penontonnya untuk
berbondong-bondong pergi ke bioskop untuk menontonnya.
Senin, 24 Juni 2013
REVIEW - Refrain
Diangkat dari sebuah novel karangan Winna Efendi, Refrain. Digawangi oleh Sutradara yang telah menyapa kita lewat film terbarunya Cinta Brontosaurus, Fajar Nugros. Novelnya yang bestseller ini pun diangkat ke sebuah film layar lebar. Dengan pemain-pemain yang jelas akan jadi idola para Remaja Indonesia, Maudy Ayunda dan penyanyi terkenal Afgansyah Reza.
Langganan:
Postingan (Atom)

