Memiliki raihan secara kuantitas hingga 2,5 juta penonton, tentu
menjadi pertimbangan tersendiri bagi Screenplay
Films untuk melanjutkan kisah tentang matianak. Meskipun, di akhir film Jailangkung pertama penonton sudah diberi
petunjuk tentang adanya sekuel untuk film ini. Performa Jailangkung pertama yang belum matang tak menjadi alasan bagi
proyek ini untuk berhenti. Mungkin, di film keduanya Jailangkung bisa
membenarkan kesalahannya di film pertama.
Jailangkung 2 kembali
ditangani oleh Rizal Mantovani bersamaan dengan Jose Purnomo untuk mengarahkan
filmnya. Sama-sama memiliki jejak rekam menangani film horor dan bahkan
berkecimpung di mitos yang sama, tentu menjadi alasan kenapa mereka berdua
tetap menangani sekuel dari Jailangkung. Selain sutradara yang sama, tentu saja
Jailangkung 2 kembali menggunakan dua
pemain utamanya yaitu Jefri Nichol dan Amanda Rawles.
Bukan hanya itu, nama-nama besar seperti Hannah Al-Rashid, Lukman
Sardi, bahkan almarhum Deddy Soetomo ikut menjadi bagian dari Jailangkung 2 ini. Untuk urusan naskah,
kali ini Baskoro Adi Wuryanto dibantu oleh Ve Handojo untuk Jailangkung 2. Meskipun dengan banyak
orang-orang yang terlibat di perfilman, Jailangkung
2 ternyata tak bisa memberikan performa yang baik. Bahkan, film ini pun
mengalami penurunan performa dibandingkan film pertamanya.
Jailangkung 2 memang
berusaha untuk menampilkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan film
pertamanya. Terlebih, konflik yang semakin rumit itu sudah tersebar di film
pertamanya sehingga film keduanya sudah memiliki dasar untuk melanjutkan
cerita. Sayangnya, apa yang dituturkan oleh Jailangkung
2 ini tak bisa sesuai dengan tujuannya. Konfliknya semakin kabur dengan
banyaknya cabang cerita yang berusaha dimasukkan di dalam filmnya.
Begitu pula dengan durasinya yang mencapai 83 menit, Jailangkung 2 tak memiliki ruang untuk
semakin berkembang. Cerita dengan karakter yang semakin banyak, membuat Jailangkung 2 serasa bingung untuk
membawa filmnya ini ke arah mana. Karakternya berhenti di tempat yang sama,
ceritanya pun melebar ke mana-mana. Sehingga, Jailangkung 2 benar-benar hanya menyisakan nama-nama besar sebagai
produk utama untuk meraih jumlah penonton yang fantastis.
Kisahnya tentu saja berlanjut dan bermulai dari kisah akhir di film
Jailangkung yang pertama. Di mana mati anak, seorang bayi campuran iblis yang lahir dari rahim
Angel (Hannah Al-Rashid) membawa petaka di keluarganya. Sang ayah, Ferdi
(Lukman Sardi) yang baru saja kembali nyawanya setelah diambil oleh arwah jahat
berusaha untuk membuat keluarganya kembali seperti semula. Tetapi, tentu saja
hal itu tak bisa begitu saja terjadi.
Bella (Amanda Rawles), adik dari Angel berusaha untuk menyingkirkan
mati anak dari keluarganya agar tidak terjadi hal-hal aneh di keluarga
tersebut. Bella pun meminta bantuan dari Rama (Jefri Nichol) yang kala itu juga
membantu dirinya menyelamatkan hidup sang ayah. Kali ini dia berusaha meminta
bantuan Rama untuk menyingkirkan mati anak dengan cara mencari kalung mistis
yang bisa menghentikan mati anak. Dan perjalanan mencari kalung kali ini
mendapatkan rekan tambahan yaitu Bram (Naufal Samudra) yang mengetahui
keberadaan kalung tersebut.
Jika plot cerita Jailangkung 2
hanya berfokus kepada satu linimasa yang dituliskan di sinopsis di atas,
setidaknya Jailangkung 2 masih bisa
memiliki performa dengan film sebelumnya. Meskipun, tak bisa membaik, tetapi
ceritanya masih tak berputar sendiri yang menyebabkan penonton merasa
kebingungan. Ada plot cerita lain yang bertambah di film Jailangkung 2 ini tetapi tak memiliki pengenalan dan penjelasan
dengan porsi yang pas.
Hasilnya, plot cerita Jailangkung
2 serasa muncul tiba-tiba dari antah berantah tanpa adanya pemberitahuan. Tentu
saja ini karena pengarahan yang belum teliti dari kedua sutradaranya. Jailangkung 2 seperti 2 film yang
diringkas menjadi satu dengan pengarahan yang sesuai dengan egonya
masing-masing. Jailangkung 2 sudah
berjalan terlalu jauh meninggalkan mitos legendarisnya. Tak ingin mensia-siakan
kesempatan itu, Jailangkung 2
berusaha hadir secara formalitas untuk meramalkan mantra “datang gendong, pulang bopong” sebagai plot cerita lain.
Plot ini tetap beriringan dengan plot menghilangkan matianak yang
bahkan tak memiliki koneksi apapun satu sama lain. Tentu saja ini akan membuat munculnya kerutan
di dahi dari penonton untuk mengikuti plot cerita mana yang ingin disampaikan. Dampaknya,
penonton akan lelah dengan apa yang berusaha disampaikan dengan Jailangkung 2. Sudah tak memiliki
simpati dengan setiap karakternya, plot ceritanya pun tak bisa diikuti dengan
baik.
Tak ada tensi horor yang berhasil dibuat di dalam Jailangkung 2. Segala usahanya untuk menakut-nakuti penontonnya
terasa sangat hambar hanya dibantu dengan ilusi tata rias karakter hantunya dan
penyuntingan suara. Bahkan, kedua aspek itu tak bisa sepenuhnya membantu agar
adegan tersebut bisa tersampaikan dengan baik di filmnya. Dan tak bisa
dihindari pula, beberapa penyuntingan film yang terasa sangat berloncat dengan
setting yang berbeda padahal masih berada di satu setting waktu yang sama
sering terlihat di dalam film ini.
Yang tersisa dari Jailangkung 2
tentu saja hanyalah beberapa adegan yang tak sengaja membuat penontonnya
tertawa. Hal ini muncul karena kurangnya ketelitian dalam pengarahan dari Rizal
Mantovani dan Jose Purnomo. Meski terlihat sekali bagaimana Jailangkung 2 sebenarnya memiliki
intensi untuk membuat sekuelnya memiliki dunia yang lebih besar dan rumit.
Tetapi, apa yang hadir di dalam presentasinya malah membuat Jailangkung 2 hanyalah sebuah sekuel
yang performanya malah menurun dari film pertamanya yang juga jauh dari kata
sempurna. Sayang sekali!
Thanks for your share! tai coccoc mien phi truyện ngon tinh 18+ badoink app download quotes on i will always love you bomb it 7 poki
BalasHapus