Senin, 24 September 2018

BELOK KANAN BARCELONA (2018) REVIEW : Chemistry Adalah Kunci Utama



Mengadaptasi novel yang sudah punya massa, masih terus akan terjadi di perfilman kita. Tentu saja ini halal terjadi, karena sebuah film ingin mendapatkan penonton dan diterima dengan kuantitas yang besar. Maka dari itu, Starvision Plus masih berusah untuk mengadaptasi sebuah novel lama yang sudah memiliki banyak penggemarnya. Adaptasi ini berasal dari buku seorang penulis terkenal yaitu Adithya Mulya dan Ninit Yunita.

Film adaptasi buku ini diambil dari Karya Adithya Mulya dan Ninit Yunita yang juga berkolaborasi dengan dua penulis lain yaitu Alaya Setya dan Iman Hidajat. Traveler’s Tale, Belok Kanan : Barcelona ini adalah buku yang cukup legendaris di zamannya. Buku rilisan tahun 2007 ini diberikan kepercayaannya kepada Guntur Soeharjanto untuk mengarahkan film ini. Dibantu oleh Adithya Mulya dalam departemen naskah yang sekaligus pemilik buku tersebut.

Belok Kanan Barcelona ini adalah film Starvision Plus yang bekerjasama dengan CJ Entertainment setelah Sweet 20. Dibintangi oleh nama-nama yang cukup terkenal mulai dari Morgan Oey, Mikha Tambayong, Deva Mahenra, hingga Anggika Bolsterli. Adithya Mulya selaku penulis naskah tentu sudah tahu benar hati dari bukunya untuk dijadikan sebuah film. Sehingga, ini tentu sudah menjadi modal yang cukup kuat untuk Belok Kanan Barcelona tampil dengan solid.


Dengan trailer yang disajikan, Belok Kanan Barcelona tentu saja akan menarik perhatian penonton yang ingin menyaksikan sebuah film komedi romantis dari Indonesia. Bagusnya, trailer yang menarik ini berakhir tak hanya ilusi karena Belok Kanan Barcelona adalah sebuah film komedi romantis yang tampil sangat menghibur penontonnya. Guntur Soeharjanto berhasil mengkolaborasikan karakter utamanya yang cukup banyak untuk tetap bisa dinamis di dalam filmnya.

Dengan durasinya yang mencapai 101 menit, Guntur Soeharjanto tahu untuk memberikan porsi setiap karakternya sehingga muncul keseimbangan di dalam filmnya. Ekplorasi karakter yang cukup dalam berhasil membuat Belok Kanan Barcelona berhasil membuat orang terpukau dan bersimpati dengan karakter-karakternya. Meskipun dalam presentasinya, ada beberapa subplot yang ternyata masih menjadi kendala sehingga sedikit mengurangi kenikmatan penonton saat menikmati Belok Kanan Barcelona.


Inilah kisah Belok Kanan Barcelona yang berpusat kepada empat orang yang telah menjalin persahabatan sejak SMA. Mereka adalah Francis (Morgan Oey), Retno (Mikha Tambayong), Farah (Anggika Bolsterli), dan Ucup (Deva Mahenra). Awalnya mereka sudah mengenal satu sama lain karena mereka berada di satu lingkungan tetangga yang sama. Di sekolah pun, mereka menjalin relasi sahabat yang sangat baik dan dekat.

Di saat dewasa, mereka yang sudah terpisah di 4 benua yang berbeda, mendengarkan kabar yang cukup mencengangkan dari salah satu sahabatnya. Francis yang sudah menjadi musisi terkenal dan melanglang buana ke seluruh dunia mengundang Ucup, Farah, dan Retno ke pernikahannya ke Barcelona. Di sinilah mereka akhirnya mengingat kejadian masa lalu saat masih sekolah bahwa mereka pernah terjebak dalam kisah cinta yang cukup pelik.

Film Belok Kanan Barcelona sudah memiliki dinamika yang cukup rumit untuk bisa mengelaborasi 4 karakternya untuk bisa berjalan dengan dinamis. Guntur Soeharjanto untungnya bisa mengemas cerita tentang 4 sahabat ini dengan porsinya masing-masing. Beruntungnya lagi, tone cerita yang digunakan di dalamnya masih memiliki tone yang cukup general. Sehingga, keempat ceritanya bisa dijahit menjadi satu film utuh yang tidak saling timpang.


Belok Kanan Barcelona memang penuh dengan cerita-cerita yang general dalam film komedi romantis. Mulai dari friendzone hingga cinta tapi tak bisa memiliki karena penghalang. Guntur Soeharjanto mungkin bisa mengarahkan semuanya agar masih menjadi sebuah komedi romantis yang pas dan sesuai. Meskipun masih ada satu subplot cerita yang mungkin tidak bisa bermain dengan baik dan cukup membuat kenikmatan menonton film Belok Kanan Barcelona sedikit berkurang.

Dengan pengembangan karakter yang cukup baik, kehadiran satu subplot cerita itu mungkin akan sangat disayangkan. Andai saja 107 menit filmnya lebih digunakan untuk memberikan konklusi yang lebih baik mungkin akan lebih menyenangkan. Beberapa pemilihan cabang cerita yang ada di dalam naskah milik Adithya Mulya ini sebenarnya bisa untuk dipilih ulang agar lebih terasa efektif. Mungkin di dalam tulisan akan terasa menarik, hanya saja dalam adegannya ada sedikit rasa canggung yang timbul.

Mulai dari kisah perbedaan agama hingga kisah perjalan ucup ke Barcelona muncul kecanggungan dalam pengadegannya. Inilah yang membuat Belok Kanan Barcelona sedikit menjadi problematika bagi penonton untuk menikmati sajiannya secara utuh. Beruntung, Guntur Soeharjanto masih bisa memberikan satu adegan kunci yang muncul dengan klimaks yang pas. Membuat penonton ikut merasa gemas dengan konflik percintaan di antara kuatnya hubungan persahabatan mereka.


Ini tentu saja berkat bagaimana keempat pemainnya bisa saling mengembangkan chemistrynya sebagai sahabat yang memang sudah 8 tahun bersahabat. Semua pemainnya bermain solid mulai dari Morgan Oey dan Mikha Tambayong. Tetapi, kredit utama harus disorot kepada performa Deva Mahenra dan Anggika Bolsterli yang setiap kemunculan berhasil menimbulkan tawa penonton. Mereka berhasil menjadi sosok sahabat yang bisa mewarnai Belok Kanan Barcelona meski dengan beberapa kekurangannya.

Dengan musik yang pas dan tata sinematografi yang cantik, Belok Kanan Barcelona akan memuaskan targetnya dan penonton yang datang tanpa pretensi apapun. Belok Kanan Barcelona memiliki kekuatan yang sangat pas sebagai film komedi romantis dan persahabatan yang mungkin akan jarang ditemui nantinya di perfilman Indonesia. Meski satu subplot ceritanya yang membuat penonton akan sedikit mengurangi kenikmatannya, tetapi Belok Kanan Barcelona adalah sebuah sajian komedi romantis yang sangat menghibur.

2 komentar: