Tampilkan postingan dengan label Shailene Woodley. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shailene Woodley. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

THE DIVERGENT SERIES : ALLEGIANT (2016) REVIEW : The Lowest Point of This Franchise


Dan sekali lagi, buku-buku kategori young-adult menjadi sebuah tren yang cukup gemilang di tangga box office. Tetapi, lambat laun hype film adaptasi dari buku-buku young-adult semakin menurun. Hal itu terlihat ketika bagian final dari Mockingjay tak memiliki hasil opening yang memuaskan, meskipun masih berada di atas rata-rata. Menjadikan seri terakhir di adaptasi buku kategori young-adult adalah sebuah tren baru untuk meningkatkan keuntungan. Dan buku dari Veronica Roth juga mendapatkan perlakuan yang sama untuk adaptasi buku terakhir dari seri Divergent.

Senin, 23 Maret 2015

THE DIVERGENT SERIES : INSURGENT (2015) REVIEW : Bigger Visual, Sacrificing Other Element


Tak perlu khawatir, film dengan embel-embel adaptasi buku best seller tahun ini akan semakin banyak. Terutama pada buku dengan genre young-adult yang sebenarnya memiliki formula yang sama dari satu buku ke buku yang lain. Seri penutup The Hunger Games, babak kedua dari The Maze Runner, dan masih banyak lagi buku-buku young adult meski bukan tema dystopian yang diangkat ke dalam sebuah gambar bergerak.

Senin, 23 Juni 2014

THE FAULT IN OUR STARS (2014) REVIEW : A BITTERSWEET LOVE STORY

 

Lagi, lagi, dan akan masih terus mewarnai perfilman Hollywood, adaptasi dari buku-buku bestseller di US. Kali ini, bukanlah buku tema dystopian atau fantasy yang diangkat dalam fitur film panjang. Buku yang booming dan mendapatkan pujian di mana-mana, The Fault In Our Stars karangan John Green. Buku dengan tema cinta remaja ini akhirnya mendapatkan kesempatan untuk diadaptasi menjadi gambar bergerak yang hak ciptanya kali ini dimiliki oleh 20th Century Fox.

Jumat, 21 Maret 2014

DIVERGENT (2014) REVIEW : BEATRICE PRIOR AND HER LIFE CHOICE


Lagi dan lagi, sebuah novel yang diadaptasi untuk divisualisasikan menjadi kumpulan gambar bergerak dan menerjemahkan kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah novel. Buku-buku young-adult memang selalu menjadi sasasran, terutama jika buku itu memiliki satu premis menarik dan juga bestseller. Setelah seri The Twilight Saga yang sukses secara besar-besaran terutama di segi finansial, para rumah produksi Hollywood pun mengikuti rumus yang sama untuk mendapatkan keuntungan yang besar di industri perfilman.