
Tampilkan postingan dengan label Ansel Elgort. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ansel Elgort. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 September 2017
Selasa, 19 April 2016
THE DIVERGENT SERIES : ALLEGIANT (2016) REVIEW : The Lowest Point of This Franchise
Dan sekali lagi, buku-buku kategori young-adult menjadi sebuah tren yang cukup gemilang di tangga box
office. Tetapi, lambat laun hype film
adaptasi dari buku-buku young-adult semakin menurun. Hal itu terlihat ketika
bagian final dari Mockingjay tak memiliki hasil opening yang memuaskan,
meskipun masih berada di atas rata-rata. Menjadikan seri terakhir di adaptasi
buku kategori young-adult adalah sebuah tren baru untuk meningkatkan
keuntungan. Dan buku dari Veronica Roth juga mendapatkan perlakuan yang sama
untuk adaptasi buku terakhir dari seri Divergent.
Senin, 23 Maret 2015
THE DIVERGENT SERIES : INSURGENT (2015) REVIEW : Bigger Visual, Sacrificing Other Element

Tak perlu khawatir, film dengan embel-embel adaptasi buku best seller
tahun ini akan semakin banyak. Terutama pada buku dengan genre young-adult yang
sebenarnya memiliki formula yang sama dari satu buku ke buku yang lain. Seri
penutup The Hunger Games, babak kedua
dari The Maze Runner, dan masih
banyak lagi buku-buku young adult
meski bukan tema dystopian yang diangkat ke dalam sebuah gambar bergerak.
Senin, 23 Juni 2014
THE FAULT IN OUR STARS (2014) REVIEW : A BITTERSWEET LOVE STORY

Lagi, lagi, dan akan masih terus mewarnai perfilman Hollywood, adaptasi
dari buku-buku bestseller di US. Kali ini, bukanlah buku tema dystopian atau
fantasy yang diangkat dalam fitur film panjang. Buku yang booming dan
mendapatkan pujian di mana-mana, The Fault In Our Stars karangan John Green.
Buku dengan tema cinta remaja ini akhirnya mendapatkan kesempatan untuk
diadaptasi menjadi gambar bergerak yang hak ciptanya kali ini dimiliki oleh
20th Century Fox.
Jumat, 21 Maret 2014
DIVERGENT (2014) REVIEW : BEATRICE PRIOR AND HER LIFE CHOICE

Lagi dan lagi, sebuah novel yang diadaptasi untuk divisualisasikan
menjadi kumpulan gambar bergerak dan menerjemahkan kata demi kata, kalimat demi
kalimat dari sebuah novel. Buku-buku young-adult memang selalu menjadi
sasasran, terutama jika buku itu memiliki satu premis menarik dan juga
bestseller. Setelah seri The Twilight Saga yang sukses secara besar-besaran
terutama di segi finansial, para rumah produksi Hollywood pun mengikuti rumus
yang sama untuk mendapatkan keuntungan yang besar di industri perfilman.
Langganan:
Postingan (Atom)