Jumat, 28 September 2012

REVIEW - Premium Rush

Joseph Gordon Levitt adalah bintang muda yang sedang naik daun. Berkat akting-aktingnya yang ciamik di semua film yang diperankannya. Premium Rush, film yang dibintanginya sudah merilis trailernya jauh-jauh hari. Bagaimana dengan premis cerita yang diberikan?

Berceritakan tentang Wilee, kurir sepeda yang terpercaya mendapatkan sebuah tugas khusus untuk mengirimkan sebuah amplop yang berisikan sebuah tiket yang ternyata merupakan berisikan uang. Mr. Monday anggota NYPD mengincar tiket tersebut untuk membayar hutangnya saat berjudi. Konflik-konflik pun terjadi di film ini.
Menawarkan trailer yang menawan sehingga saya sangat menanti-nantikan film besutan David Koepp ini.  Film ini pun semenawan trailer yang saya impikan. Mempunyai konsep menarik dengan gaya penceritaan yang bagus adalah nilai plus dari film ini. Sudut pandang yang diberikan adalah sudut pandang dari Wilee. Sudut pandang di film ini menjadi menarik saat Wilee menggunakan taktik nya untuk mengambil jalan yang pas untuknya bersepeda. Sukses mengeksekusi konsep cerita tersebut dengan aksi dari sepeda yang membuat film ini berbeda daripada yang lain. Kejar-kejaran menggunakan media sepeda ini juga tetap dikemas dengan epik setara dengan kejar-kejaran dengan media mobil ala Fast and Furious. Menggunakan konsep alur maju-mundur sehingga membuat film ini sangat berkesan. Mengingatkan saya dengan karya masterpiece dari sutradara favorit saya Christoper Nolan dengan film "Memento", meski tidak se-mindblowing Memento. tetapi alur maju-mundur yang ditawarkan juga cukup menarik perhatian saya. Film ini mempunya alur cerita yang ringan dan mudah dipahami tanpa perlu mengerutkan dahi dan bermain-main dengan otak kita. Kisah dengan alur maju-mundur adalah favorit saya. Tetapi, tak banyak film yang berhasil dengan formula ini. Premium Rush adalah salah satunya yang mampu mengeksekusinya dengan benar meskipun tak se-fantastis yang saya pikirkan.Tensi ketegangan yang dijaga dari awal film hingga akhir sehingga saya sebagai penonton menikmati apa yang disajikan di layar bioskop.
 
Bukan gagal menceritakan alur cerita maju-mundur di film ini. Lebih tepatnya kurang penjabaran yang lebih tentang motif Mr. Monday berusaha untuk merebut amplop itu dari tangan Wilee. Meski yang diceritakan cukup jelas, tetapi banyak hal yang membuat motif Mr.Monday ini terkesan cepat dan tak terjabarkan dengan baik. Akhirnya saya sebagai penikmat film ini merasa kurang memahami konflik yang terjadi di Mr.Monday. Bukan hanya motif Mr.Monday, Latar belakang Nima untuk menggunakan tiket tersebut juga kurang dijabarkan lebih dalam. Konflik Wilee-Mr.Monday dan Wilee-Polisi Sepeda berhasil diangkat. Tetapi, dobel konflik ini menjadi rancu sehingga saya sudah skeptis dan meremehkan penyelesaian yang terjadi di film ini. Alhasil, konflik Wilee dengan Polisi Sepeda memang sudah seperti yang saya duga sebelumnya. Memberikan penyelesaian yang biasa saja dan terkesan dibiarkan. 
Beruntunglah, Joseph Gordon Levitt sangat mewarnai scene demi scene film ini sehingga saya betah duduk berlama-lama di kursi. Joe berhasil mengangkat karakter Wilee dengan emosional dan kuat. Kekonyolan wajah dari Michael Shannon membuat saya gemas dengan ulah jahatnya yang semena-mena akan tetapi sedikit kurang berkesan. Tetapi beruntunglah kelebihan akting Joe setidaknya menutupi kekurangan para pemain yang mungkin kurang bisa mengimbangi aura bintang Joe yang sudah banyak dipuji kritikus itu. 
Overall, Premium Rush adalah sebuah film aksi yang thrilling, entertaining, dan unique. Meski adanya kekurangan sana sini tetapi film ini masih sangat layak untuk disaksikan terlebih dengan gaya visualisasi penceritaan dengan sudut pandang Wilee yang mengagumkan serta pengeksekusian yang benar dengan alur maju-mundur yang diberikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar