Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2016. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

LA LA LAND (2016) REVIEW : Sepucuk Surat Cinta tentang Mimpi dan Harapan


Mungkin, orang-orang baru saja mengenal karya-karya dari Damien Chazelle lewat Whiplash, sebuah film drama suspense dengan musik sebagai dasar ceritanya. Itu pun bukan kali pertama Damien Chazelle memberikan sebuah film dengan musik sebagai poin pentingnya. Ada Guy and Madeline on A Park Bench dan meskipun tak mengarahkan langsung, ada Grand Piano,  di mana Damien Chazelle juga ikut berpartisipasi dalam menuliskan naskahnya.

Jumat, 27 Januari 2017

CEK TOKO SEBELAH (2016) REVIEW : Komedi Dengan Misi Mulia yang Belum Maksimal


Kesuksesan Ngenest The Movie, membuat Ernest Prakasa dipercaya oleh Starvision untuk membuat karya. Kesuksesannya pun tak sekedar dalam meraih angka penonton, tetapi secara kualitas pun Ngenest The Movie bisa melampaui ekspektasi penontonnya. Tak hanya dipercaya oleh rumah produksi, karya-karya Ernest Prakasa akan dinantikan oleh penikmatnya. Di tahun 2016 lalu, Ernest Prakasa kembali menghadirkan sebuah film komedi dengan misi yang sangat besar untuk disajikan kepada penontonnya.

Rabu, 04 Januari 2017

HANGOUT (2016) REVIEW : Zona Baru Raditya Dika dengan Cara Lama


Nama Raditya Dika yang sudah menjadi sebuah brand tersendiri di Indonesia, lantas membuat para rumah produksi sudah mulai percaya dengan kinerjanya. Setelah proyek Koala Kumal bersama Starvision Plus, di tahun ini pula Raditya Dika bekerja sama dengan Rapi Films untuk merilis sebuah karya baru yang ditulis dan juga diarahkan oleh dirinya sendiri. Proyeknya kali ini berusaha berbeda dengan apa yang sudah dikerjakan sebelumnya.

Selasa, 06 Desember 2016

HEADSHOT (2016) REVIEW : Kolaborasi Dua Genre Yang Memikat


Kebrutalan dalam film Martial Arts adalah sebuah indikator baru dari kualitas sebuah film milik perfilman nasional. Di poin inilah, ada sebuah titik balik yang muncul di dalam perfilman nasional. Diawali oleh film The Raid yang disutradarai oleh Gareth Evans, film ini menjadi sorotan banyak orang dan juga perfilman Internasional. Kedigdayaannya diakui oleh banyak pihak membuat perfilman nasional setidaknya mendapat citra baru baik domestik maupun mancanegara.

Senin, 28 November 2016

MOANA (2016) REVIEW : Film Animasi Penuh Misi yang Tak Termakan Ambisi


Disney di era yang baru ini memiliki misi di dalam film-film miliknya. Sehingga, filmnya tak sekedar menjadi film animasi pelipur lara biasa tetapi ada nilai-nilai yang berusaha disematkan lewat karakter-karakternya, terutama karakter-karakter putri yang biasa mereka buat. Disney berusaha merombak segala identitas Princess yang kadang kelewat putih dan terlihat sempurna. Mulai dari Princess and The Frog, Tangled, dan Frozen, Disney berusaha untuk mengontruksi ulang identitas dari sosok Princess.

Sabtu, 24 September 2016

PETE’S DRAGON (2016) REVIEW : Harapan dalam Film Keluarga Sederhana


Disney lagi-lagi berusaha mengenalkan lagi sebuah ‘charm’ cerita dongeng yang pernah dia miliki di film-film sebelumnya. Tujuannya adalah memberikan sebuah jalinan cerita tanpa pretensi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Tahun ini ada The Jungle Book dan The BFG yang mengusung penuturan cerita formula lama yang ternyata masih bekerja dalam mengikat penontonnya. Maka, tak salah jika Disney mencobanya sekali lagi lewat sebuah reboot dari karya lama dan dikonversi menjadi lebih baru.

Rabu, 07 September 2016

THE BFG (2016) REVIEW : Magic In Its Simplicity [With IMAX 3D Review]


Steven Spielberg sudah bukan lagi orang lama yang berkecimpung di industri perfilman Hollywood. Bahkan, karya-karyanya selalu menjadi sebuah karya klasik yang bisa digunakan sebagai kapsul waktu dan ditonton sepanjang abad. Setelah tahun lalu menggarap sebuah film serius tentang negosiasi amerika dan rusia, kali ini Steven kembali membuat sebuah film fantasi yang dapat ditonton bersama keluarga. Proyeknya kali ini, bekerjasama dengan Disney Studios.

Selasa, 06 September 2016

NERVE (2016) REVIEW : Kontemplasi Kehidupan Era Digital Yang Menyenangkan


Era digital terkadang membuat orang berpindah medium untuk saling berkomunikasi dengan satu sama lain. Bahkan, sebuah tujuan hidup yang utama pun terkikis akan suatu ilusi popularitas semu yang ditawarkan oleh Dunia Maya yang digunakan oleh banyak orang. Sosial Media tak bisa dipungkiri menawarkan suatu kelebihan luar biasa dalam membuat ruang publik baru bagi masyarakat. Pun, keberadaannya juga menjadi sebuah polemik yang luar biasa besar.

Rabu, 31 Agustus 2016

THE SECRET LIFE OF PETS (2016) REVIEW : Tingkah Jenaka Rahasia Para Binatang Peliharaan


Sebuah film animasi mungkin adalah cara sineas untuk mengemas ide dari apa yang mereka pikirkan yang mana tujuannya adalah untuk dikonsumsi oleh penonton. Memang, sebagian besar film animasi ditujukan untuk anak-anak sebagai sarana hiburan setelah penat menjalani kegiatan belajar mengajar sehari-harinya. Banyak rumah produksi yang berlomba-lomba menghasilkan sebuah film animasi yang ditujukan sebagai medium untuk melepas penat sejenak bersama keluarga. Salah satu rumah produksi itu adalah Illumination Pictures yang dinaungi oleh Universal Pictures.

Kamis, 28 Juli 2016

BANGKIT! (2016) REVIEW : Pionir Genre Baru di Perfilman Indonesia


Genre perfilman Indonesia akhir-akhir ini pun semakin berwarna. Mulai dari drama, komedi, hingga film aksi mulai sering dibuat oleh film-film Indonesia. Hingga pada akhirnya, Oreima Films dan juga Kaninga Pictures berusaha untuk memberikan sebuah genre baru di perfilman Indonesia untuk mewarnai keragaman di dalamnya. Muncullah sebuah ide untuk membuat sebuah disaster movie yang mungkin sudah bukan hal baru di industri perfilman Hollywood.

KOALA KUMAL (2016) REVIEW : Komedi Problematika Remaja Dengan Cara Lebih Dewasa


Raditya Dika sepertinya telah menjadi sebuah brand di kalangan perfilman Indonesia. Filmnya laris manis dan selalu memasuki tangga perolehan penonton terbanyak. Seperti tahun lalu, filmnya berjudul Single menjadi film terlaris nomor dua dengan perolehan 1,2 juta penonton. Lambat laun, permintaan atas film-film karya Raditya Dika pun bertambah. Sehingga, film-film yang digarap olehnya akan dinantikan oleh banyak penonton.

Selasa, 26 Juli 2016

SABTU BERSAMA BAPAK (2016) REVIEW : Problematika Sebuah film Adaptasi


Sabtu Bersama Bapak adalah sebuah novel fiksi yang ditulis oleh Adhitya Mulya. Bukunya telah sukses menjadi bacaan favorit dan terjual di mana-mana. Lantas, tak salah pula jika pada akhirnya rumah produksi dan sutradara tertarik untuk mejadikannya sebuah film berdurasi panjang yang tayang di layar perak. Sutradara yang tertarik untuk mengangkat buku ini menjadi sebuah film adalah Monty Tiwa yang sudah terbiasa terjun dengan tema-tema keluarga seperti ini.

Minggu, 24 Juli 2016

ILY FROM 38.000 FT (2016) REVIEW : Film Cinta Yang Terbang Tak Terlalu Tinggi


Kisah cinta klise dua insan memang mungkin memiliki segmentasinya sendiri. Bisa jadi, film-film dengan tema seperti itu menjadi sebuah guilty pleasure yang dinikmati oleh banyak orang. Tetapi bila salah pengemasan, hal tersebut akan menjadi senjata makan tuan bagi pembuatnya. Jika salah film dengan genre ini akan kehilangan segmentasinya. Bahkan kekecewaan bukan hanya datang untuk segmentasi tersebut, tetapi juga penonton luas yang ingin menyaksikan film tersebut. 

Jumat, 22 Juli 2016

JILBAB TRAVELER : LOVE SPARKS IN KOREA (2016) REVIEW : Kisah Cinta Segitiga Yang Syar’i


Membuat sebuah film dengan tema religi dengan tempelan atribut-atribut keagamaan tentu secara tidak langsung telah menentukan segmentasinya sendiri. Di Indonesia, dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam, film dengan menempelkan atribut islami menjadi salah satu film yang akan mendatangkan animo masyarakat yang besar. Hal itu sudah terbukti lewat beberapa film dengan genre  seperti ini yang sudah menang banyak dalam merebut jumlah penontonnya.

Rabu, 20 Juli 2016

RUDY HABIBIE (2016) REVIEW : Perjalanan Panjang Nan Terjal Sosok Ternama


Pembuat film Indonesia memang tak henti-hentinya membuatkan film biopik dari sosok orang terkenal. Ini layaknya sebuah tren bagi mereka untuk menghipnotis calon penontonnya agar berbondong-bondong pergi ke bioskop. Salah satunya adalah membuatkan sebuah film biopik dari presiden-presiden Republik Indonesia. Pak B.J. Habibie sempat mendulang sukses dengan film kisah cinta sejatinya dengan Ibu mendiang Ainun pada tahun 2012.

Jumat, 15 Juli 2016

FINDING DORY (2016) REVIEW : The Sidekick Character Got Her Home


Pixar memiliki rekam jejak tak menyenangkan ketika menggarap sebuah sekuel dari film animasi orisinilnya. Cars 2 adalah produk film animasi milik Pixar yang menjadi sebuah bahan renungan atas jatuhnya kualitas cerita film milik mereka. Tetapi, tak sedikit juga produk keluaran Pixar yang memiliki kualitas maksimal sebagai sebuah film sekuel seperti yang dilakukan oleh Toy Story. Filmnya semakin meningkat di setiap serinya dan Toy Story 3 pun memiliki intensitas cerita dan emosional sangat besar di dalamnya. 

Rabu, 22 Juni 2016

THE CONJURING 2 (2016) REVIEW : Sekuel Franchise Horor Yang Berbeda


Ed dan Lorraine Warren pernah dan sangat berhasil menghantui malam-malam penontonnya paska bercerita tentang kasusnya menangani gangguan makhluk halus. Kesuksesan itu benar-benar tak terduga, paska cerita yang diarahkan oleh James Wan ini telah pernah menangani kasus cerita serupa. The Conjuring adalah judul dari kasus milik Ed dan Lorraine Warren dalam menangani kasus-kasus makhluk astral yang menghantui kliennya.

Senin, 20 Juni 2016

NOW YOU SEE ME 2 (2016) REVIEW : Film Sulap Yang Mengelabui Penontonnya


Bukan tak mungkin, jika film yang pada awalnya disutradarai oleh Louis Leterrier ini pada akhirnya akan mendapatkan sebuah perhatian dari para penontonnya. Now You See Me menjadi sebuah sleeper hit yang disukai oleh penontonnya. Now You See Me memberikan sebuah sajian plot cerita yang segar pada saat itu. Dengan atensi yang sudah terbangun cukup besar, maka tak salah pula jika Summit Entertainment pada akhirnya memutuskan untuk membuat Now You See Me menjadi sebuah franchise andalan dari rumah produksi mereka.

Sabtu, 18 Juni 2016

TEENAGE MUTANT NINJA TURTLES : OUT OF THE SHADOWS (2016) REVIEW : The New Sequel, The Old Mistakes


Akan sangat mudah mendapat lampu hijau untuk mendapatkan jatah memiliki sekuel bagi film-film yang secara kuantitas sukses mengumpulkan jumlah angka yang fantastis. Dan hal itu akan menjadi suatu kebiasaan yang terjadi di rumah produksi manapun dan lumrah terjadi. Teenage Mutant Ninja Turtles sebagai contohnya, film adaptasi dari komik ini berhasil mendapatkan perolehan Box Office yang memuaskan dengan budget yang sedikit. Di bawah naungan Michael Bay, Teenage Mutant Ninja Turtles jelas memiliki jalan yang mudah untuk memperoleh lampu hijau itu.