Tampilkan postingan dengan label Abimana Aryasatya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Abimana Aryasatya. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 November 2021
Jumat, 06 September 2019
Minggu, 08 Oktober 2017
Selasa, 04 Oktober 2016
WARKOP DKI REBORN : JANGKRIK BOSS PART 1 (2016) REVIEW : Semangat Nostalgia Atas Nama Komersialisasi

Siapa yang tak kenal dengan trio komedian Dono, Kasino, dan Indro?
Nama mereka menjadi salah satu sosok legendaris yang dikagumi oleh banyak orang
yang pernah mengikuti zaman kejayaan mereka. Mereka menyebut diri mereka
‘Warkop DKI’ yang sudah memiliki banyak sekali film-film dan serial televisi. Dono dan Kasino yang telah wafat, membuat grup
komedian ini sudah absen selama beberapa tahun. Beberapa pihak ingin sekali
‘menghidupkan kembali’ sebuah ikon komedi legendaris di Indonesia ini.
Selasa, 26 Juli 2016
SABTU BERSAMA BAPAK (2016) REVIEW : Problematika Sebuah film Adaptasi

Sabtu Bersama
Bapak adalah sebuah novel fiksi yang ditulis oleh Adhitya Mulya. Bukunya
telah sukses menjadi bacaan favorit dan terjual di mana-mana. Lantas, tak salah
pula jika pada akhirnya rumah produksi dan sutradara tertarik untuk
mejadikannya sebuah film berdurasi panjang yang tayang di layar perak.
Sutradara yang tertarik untuk mengangkat buku ini menjadi sebuah film adalah
Monty Tiwa yang sudah terbiasa terjun dengan tema-tema keluarga seperti ini.
Kamis, 14 Januari 2016
NEGERI VAN ORANJE (2015) REVIEW : Kisah Kasih Di Negeri Orang
Dengan setting luar negeri, biasanya para rumah produksi menyatakan
eksklusifitas akan film yang digarapnya. Alih-alih mereka menggunakan konten
dalam filmnya sebagai kekuatan, terlalu banyak rumah
produksi yang hanya modal setting luar negeri pun mereka menjadikannya sebagai
kekuatan utama dari sebuah film. Bahkan tiga film yang rilis pada Desember 2015
lalu, mereka menggunakan setting luar negeri sebagai kekuatan penjualan dari
filmnya.
Minggu, 10 Januari 2016
BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA (2015) REVIEW : Cerita Terorisme Islam yang Diteroriskan

Kesuksesan dalam menggaet penonton mungkin menjadi salah satu poin penting bagi perfilman Indonesia. Entah, dengan menggaet jutaan penonton, hal tersebut bisa menebus modal yang sudah dikeluarkan oleh film tersebut atau tidak. Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa novel-novel terbaru milik Hanum Salsabila Rais diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Apalagi setelah 99 Cahaya Di Langit Eropa sukses menggaet total 1,5 juta penonton di dalam dua filmnya.
Jumat, 16 Oktober 2015
3 : ALIF LAM MIM (2015) REVIEW : Tatkala Problematika Sosial Berdampak Pada Kehancuran

Menjadi salah satu
sutradara yang layak diperhitungkan di kancah perfillman Indonesia, Anggy
Umbara tak pernah absen untuk menghasilkan karya di setiap tahunnya. Dengan
kesuksesan luar biasa dari Comic 8, semakin menegaskan lagi bahwa Anggy Umbara
adalah rival bagi para sineas lain yang ingin bersaing. Memiliki proyek franchise besar yaitu Comic 8, Anggy
Umbara kembali menyusun setup baru
untuk dikembangkan agar menjadi franchise
besar lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)

