Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2015. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Oktober 2020
Senin, 18 Januari 2016
NGENEST THE MOVIE (2015) REVIEW : Drama Satir Isu Sensitif
Para komedian indonesia yang sedang naik daun berusaha keras untuk
masuk ke dalam ranah perfilman. Bisa dianggap, mereka mencoba untuk memperluas
jaringan dan kompetensi mereka untuk menghibur para penonton. Raditya Dika
adalah contoh sukses seorang komedian yang berhasil memperluas bidangnya ke
dalam ranah perfilman Indonesia. Tak satupun dari karya milik Raditya Dika yang
tak menembus angka fantastis. Jelas, langkah ini cukup menjanjikan untuk para
komedian lainnya yang ingin lebih lagi.
Sabtu, 16 Januari 2016
STAR WARS : THE FORCE AWAKENS (2015) REVIEW : The Franchise Awakens [With IMAX 3D Review]
Menilik lebih dalam, drama opera di luar angkasa yang dibuat oleh
George Lucas ini menjadi sebuah film legendaris yang ada di sepanjang industri
film Hollywood. Star Wars, memiliki
banyak sekali massa yang memuja bagaimana kepiawaian George Lucas ketika
membuat universe bagi para Jedi lewat filmnya. Dengan banyaknya poin-poin yang
membuat film ini legendaris, tak salah hingga akhirnya Star Wars menjadi sebuah brand
yang dijadikan sebuah referensi kultur pop moderen.
Kamis, 14 Januari 2016
SINGLE (2015) REVIEW : Komedi Megah Tahun Ini
Tak habisnya di setiap tahun Raditya Dika bertemu dengan para
penggemarnya lewat film yang ia buat. Dan tak pernah mati, film-film Raditya
Dika selalu berada di angka yang cukup fantastis dalam raihan penonton. Faktor
kepiawaiannya dalam memberikan canda tawa kepada penggemarnya yang membuat
film-filmnya laris manis di pasaran. Sehingga, tak salah jika Raditya Dika bisa
menjadi sebuah brand dalam perfilman Indonesia.
NEGERI VAN ORANJE (2015) REVIEW : Kisah Kasih Di Negeri Orang
Dengan setting luar negeri, biasanya para rumah produksi menyatakan
eksklusifitas akan film yang digarapnya. Alih-alih mereka menggunakan konten
dalam filmnya sebagai kekuatan, terlalu banyak rumah
produksi yang hanya modal setting luar negeri pun mereka menjadikannya sebagai
kekuatan utama dari sebuah film. Bahkan tiga film yang rilis pada Desember 2015
lalu, mereka menggunakan setting luar negeri sebagai kekuatan penjualan dari
filmnya.
Selasa, 12 Januari 2016
SUNSHINE BECOMES YOU (2015) REVIEW : Pertunjukkan Cinta Pura-Pura

Sebagai bulan di mana film-film Indonesia dengan mudah menarik
penonton, Desember menjadi ajang di mana rumah produksi bersaing satu sama lain
untuk mencetak box office hit. Salah
satunya adalah Hitmaker Studios yang selama ini berhasil mencetak beberapa film
yang menduduki 10 besar film terlaris setiap tahunnya. Jelas, di tahun ini
Hitmaker Studios tak mau kalah untuk membuat film yang memiliki potensi untuk
menjadi box office hit.
Minggu, 10 Januari 2016
BULAN TERBELAH DI LANGIT AMERIKA (2015) REVIEW : Cerita Terorisme Islam yang Diteroriskan

Kesuksesan dalam menggaet penonton mungkin menjadi salah satu poin penting bagi perfilman Indonesia. Entah, dengan menggaet jutaan penonton, hal tersebut bisa menebus modal yang sudah dikeluarkan oleh film tersebut atau tidak. Mungkin ini juga yang menjadi alasan mengapa novel-novel terbaru milik Hanum Salsabila Rais diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Apalagi setelah 99 Cahaya Di Langit Eropa sukses menggaet total 1,5 juta penonton di dalam dua filmnya.
Minggu, 20 Desember 2015
THE GOOD DINOSAUR (2015) REVIEW : The Good Package of Mediocrity

Setelah absen di tahun lalu, Pixar balas dendam untuk merilis dua film
animasi miliknya secara bersamaan di tahun ini. ‘Inside Out’ dan ‘The Good
Dinosaur’ adalah dua film rilisan Pixar yang akan hadir secara bergantian
di tahun ini. Setelah Inside Out
mematok harga tinggi untuk rilisan film Pixar, jelas akan ada ekspektasi yang
berbeda dengan The Good Dinosaur yang
berani merilis bebarengan dengan salah satu karya masterpiece milik Pixar.
Rabu, 02 Desember 2015
THE HUNGER GAMES : MOCKINGJAY PART 2 (2015) REVIEW : The Satisfying Finale [With IMAX 3D Review]
Perjuangan Katniss Everdeen, sang Gadis Api menuju pada babak
terakhir. Setelah mendapatkan cerita yang menjembatani perjalanan terakhir dari
Katniss Everdeen ini lewat Mockingjay
Part 1 pada tahun 2014, jelas The Hunger
Games : Mockingjay Part 2 adalah salah satu film yang sangat dinantikan di
tahun ini. Penonton ingin mencari tahu bagaimana kelanjutan dari cerita Katniss
Everdeen yang ditutup dengan penuh
pertanyaan di bagian pertama.
Selasa, 24 November 2015
NAY (2015) REVIEW : Monolog Tentang Perempuan

Road movie menjadi salah
satu pendekatan baru dari para sineas baik lokal maupun luar untuk mengantarkan
ceritanya. Biasanya, ada beberapa idealisme yang disampaikan oleh beberapa
sineas lewat medium audio visual. Setelah itu, lewat road
movie karakter-karakter yang ada di dalam filmnya mengalami kontemplasi
terhadap apa yang terjadi dalam hidupnya lewat beberapa konflik yang mereka
temukan di sepanjang perjalanan.
Sabtu, 21 November 2015
BADOET (2015) REVIEW : Pembuktian Kembalinya Film Horor Indonesia
Mengembalikan kepercayaan penonton film Indonesia kepada genre horor
bukanlah sesuatu yang mudah. Histori dari genre ini memang tak terlalu memiliki
citra yang bagus, karena sineas Indonesia terlalu bermain eksperimental dengan
terlalu sering mengumbar sensualitas di dalam filmnya. Penonton pun mulai
memicingkan mata untuk mencicipi film horor Indonesia yang dirilis di bioskop.
Tak semua sineas Indonesia menggunakan formula itu, akan tetapi mereka tetap
terkena dampak yang sama dari penonton Indonesia.
Kamis, 19 November 2015
SPECTRE (2015) REVIEW : Bond’s Back, The Charm Is Not.
Nama Bond memang sudah bukan lagi menjadi sebuah nama yang asing di
berbagai belahan dunia. Bahkan nama James Bond sudah menjadi sebuah brand yang
akan dinantikan oleh berbagai kalangan. Karakter yang dibuat oleh Ian Flemming
ini pun sudah mendapatkan pasarnya yang besar ketika film-filmnya mulai dirilis
secara luas dan Indonesia adalah salah satu target pasar besar dari film-film
James Bond.
Senin, 16 November 2015
THE LITTLE PRINCE (2015) REVIEW : Visionary De-Saint Exupery’s Adaptation By Osborne

Antoine De-Saint Exupery
menjadi salah satu penulis perancis yang karyanya menjadi literatur klasik di
berbagai belahan dunia. Karya-karyanya yang ditulis dalam bahasa perancis
diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. The Little Prince pun menjadi salah satu
literatur sastra dengan cerita anak-anak yang memiliki pengertian dalam tentang
menjadi dewasa yang dapat diinterpretasi secara luas oleh semua orang yang
membaca karyanya.
Minggu, 01 November 2015
GOOSEBUMPS (2015) REVIEW : New Takes From R.L. Stine Books
Menjadi
salah satu penulis termahsur di eranya, R.L. Stine menuliskan cerita misteri
pengantar tidur untuk anak-anak, Goosebumps.
Karya milik R.L. Stine ini memiliki beberapa seri yang berbeda di setiap
bukunya. Pun, buku milik R.L. Stine ini pernah diangkat menjadi sebuah serial
televisi di tahun 1995. Karyanya yang tak pernah lekang oleh waktu ini
dimanfaatkan oleh Sony Pictures untuk
diangkat menjadi sebuah film layar lebar di tahun 2015 ini.
CRIMSON PEAK (2015) REVIEW : Enchanting Yet Powerful Gothic Romance

Menghadirkan
sebuah film mencekam dengan mempedulikan detil-detil artistik adalah keahlian
dari sutradara, Guillermo Del Toro. Dengan anugrahnya tersebut, Guillermo Del
Toro bisa menjadikan sebuah film horor naik satu tingkat dibanding dengan
film-film horor lainnya. Tak hanya dalam film-film horor, tetapi Guillermo Del
Toro tetap bisa mengarahkan film-film fantasi lainnya dengan kekhasan gaya
penyutradaraan darinya.
Jumat, 16 Oktober 2015
3 : ALIF LAM MIM (2015) REVIEW : Tatkala Problematika Sosial Berdampak Pada Kehancuran

Menjadi salah satu
sutradara yang layak diperhitungkan di kancah perfillman Indonesia, Anggy
Umbara tak pernah absen untuk menghasilkan karya di setiap tahunnya. Dengan
kesuksesan luar biasa dari Comic 8, semakin menegaskan lagi bahwa Anggy Umbara
adalah rival bagi para sineas lain yang ingin bersaing. Memiliki proyek franchise besar yaitu Comic 8, Anggy
Umbara kembali menyusun setup baru
untuk dikembangkan agar menjadi franchise
besar lainnya.
Jumat, 09 Oktober 2015
THE MARTIAN (2015) REVIEW : Another Bold Performance In Sci-Fi Genre

3 tahun terakhir ini bisa jadi adalah
tahun di mana perjalanan ke luar angkasa menjadi salah satu konflik yang
menarik untuk diangkat menjadi sebuah film. Di setiap tahunnya, film-film ber-setting tempat luar angkasa itu selalu
mendapatkan respon positif dari kritikus maupun penonton film. Gravity di tahun 2013, mematok nilai
yang sangat tinggi untuk film bertema ini. Di tahun 2014, Interstellar milik Christopher Nolan pun juga menghempas pemikiran
penontonnya dengan alur cerita yang ditawarkan.
Kamis, 08 Oktober 2015
HOTEL TRANSYLVANIA 2 (2015) REVIEW : The Hotel Has Nothing New to Offer

Setelah sukses luar biasa dari segi
pendapatan, Hotel Transylvania jelas
menjadi salah satu film animasi yang menjanjikan bagi Sony Pictures Animation. Film arahan dari Genndy Tartakovsky ini
akan dijadikan sebagai senjata pengeruk uang bagi rumah produksi satu ini. Benar,
selang 3 tahun kemunculan film pertamanya, Hotel
Transylvania kembali dibukan untuk para penonton yang ingin merasakan
kehidupan para monster di dalamnya.
Rabu, 30 September 2015
SOUTHPAW (2015) REVIEW : Stellar Performance Inside The Mediocrity

Film bertema olahraga dengan nilai-nilai
kemanusiaan, mungkin menjadi salah satu film yang berpotensi ikut dalam ajang
penghargaan bergengsi. Apalagi di akhir-akhir tahun seperti ini, adalah waktu
yang tepat untuk merilis film-film dengan tema seperti ini. Southpaw adalah salah satu proyek yang
mungkin memiliki materi itu untuk bisa mendapatkan perhatian di ajang-ajang
penghargaan bergengsi. Apalagi, film ini disutradarai oleh Antoine Fuqua yang
pernah berhasil mendapatkan perhatian para juri ajang penghargaan lewat Training Day.
Senin, 21 September 2015
EVEREST (2015) REVIEW : Not Really Hike to Top of the Mountain

Film-film dengan berbujet besar dan penuh
ledakan yang diedarkan selama musim panas pun akhirnya berakhir. Di kuartal
akhir tahun, slot-slot besar itu diperuntukkan bagi film-film yang sudah siap
bersaing di ajang-ajang bergengsi seperti Golden Globe Awards atau pun Academy
Awards. Akan banyak sutradara yang bersaing untuk mendapatkan lini terdepan
sebagai jagoan untuk memenangkan beragam penghargaan di dalam ajang bergengsi
tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
