Senin, 29 Juli 2013

REVIEW - THE CONJURING

James Wan yang namanya mulai melejit lewat karya film horror-nya yang fenomenal yaitu SAW mulai melebarkan sayapnya lebih lebar lagi di dalam menghasilkan sebuah film horor. Di tahun 2011, Insidious pun menjadi sebuah film horor klasik milik James Wan yang berhasil menakut-nakuti penontonnya. Di tahun ini pun, James Wan mengeluarkan film horor terbarunya berjudul The Conjuring yang diambil dari kisah nyata. 


Ed Warren (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga) adalah sepasang suami-istri yang biasa menghadapi masalah-masalah dengan makhluk halus. Mereka sering menangani kasus-kasus seperti itu. Bahkan barang-barang yang berhubungan dengan makhluk halus yang mereka hadapi di dalam kasus-kasusnya pun disimpan rapi di dalam rumahnya. Hingga suatu ketika dia harus menangani kasus yang paling membuat mereka kewalahan. 

Hiduplah seorang keluarga dari pasangan suami istri bernama Roger Perron (Ron Livingston) dan Carolyn Perron (Lili Taylor). Mereka memiliki 5 orang anak perempuan yaitu Andrea (Shanley Caswell), Nancy (Hayley McFarland), Christine (Joey King), Cindy (Mackenzie Foy), dan April (Kyla Deaver). Mereka pindah ke rumah yang ternyata berhantu. Semakin lama, gangguan hantu-hatu itu semakin kuat. Roger dan Carolyn meminta bantuan The Warrens untuk menyelesaikannya. 

The Hype was too high. Isn't that scary but depressing from the beginning.
James Wan, seorang sineas film horor yang sudah mempunyai jam terbang tinggi. Karya-karyanya mampu membuat penontonnya untuk berteriak dan ketakutan saat menyaksikan film garapannya. Teringat jelas karya miliknya berjudul Insidious. Berhasil menghasilkan satu kesatuan cerita yang padat dan enak untuk diikuti. Dan beberapa adegan penampakan yang dilaksanakan begitu efektif guna membuat penontonnya berteriak ketakutan atau sekedar menutup matanya. 

Jelas dengan adanya track record yang gemilang di film lamanya. Inilah yang membuat film-film horor milik James Wan sangat menarik untuk ditunggu. Menunggu kejutan apalagi yang akan diberikan oleh James Wan. Tahun ini, 2 film karya James Wan pun di rilis. The Conjuring dan Insidious : Chapter 2. The Conjuring pun di rilis. Digarap berdasarkan sebuah kasus nyata milik The Warrens ini pun sangat dinanti-nantikan banyak orang. Dengan trailer yang katanya, karena saya tak melihatnya sangat menakutkan. Maka berbagai persepsi orang-orang pun muncul. Hype yang dibangun oleh film ini pun sangat tinggi. Yang lantas akan membuat semua orang akan semakin penasaran dengan karya James Wan ini. 


The Conjuring pun mempunyai hype yang sangat tinggi. Which means that The Conjuring was absolutely a great horror movie. Tapi, saya tak bisa menyalahkan hype yang tinggi itu. Toh nyatanya, The Conjuring memang sebuah film horor yang mempunyai jalinan cerita yang begitu solid dari awal film hingga akhir filmnya. Tetapi dengan hype yang begitu gila-gilaan, apalagi setelah screening film ini di Indonesia, banyak orang memberikan statement mereka bahwa The Conjuring adalah The best horor movie that they've ever seen. Inilah yang membuat saya mengharapkan sesuatu yang lebih dari film ini. 

Belum lagi dengan keluarnya sebuah warning yang membuat film ini semakin mempunyai hype yang tinggi. The Conjuring mengeluarkan sebuah warning bagi penontonnya agar berhati-hati saat menonton film ini. Tetapi sebuah peringatan itu tak berpengaruh bagi saya. Mungkin bagi sebagian orang iya. Saya pun akan berpikir demikian. Tapi, karena Hype yang begitu tinggi itulah sebuah peringatan itu tak begitu berpengaruh bagi saya. Karena  taste The Conjuring masih berada sedikit di bawah Hype yang tinggi itu.


Saya mengharapkan sesuatu yang lebih haunting dengan teror yang cukup meyakinkan lebih lagi saat menyaksikan film ini. Meskipun The Conjuring sudah memberikan tone yang haunting sejak film ini muncul. Tetapi dengan hype yang tinggi itu, rasa haunting yang diberikan oleh The Conjuring memang masih dibilang biasa. Saya kira akan meneror saya sampai akhirnya saya tidak akan bisa tidur semalaman. But hey, I still can sleep tightly after I watch this movie. Even my friends and they are boys told me that this movie very scary

The Conjuring bukan menyajikan sebuah sajian film horor yang akan mengagetkan penontonnya dengan banyak penampakan hantu. Insidious malah masih lebih total dalam hal itu. Tetapi, The Conjuring lebih memilih untuk membuat filmnya meneror penontonnya satu persatu. Dengan tensi ketegangan yang semakin bertambah seiring bertambahnya durasi. Tekanan-tekanan konflik di film ini pun semakin solid dan bertambah. Bahkan dari awal film ini dimulai, rasa depressing sudah muncul ketimbang memunculkan adegan penampakan hantu yang mungkin terkesan narsis dan malah tak efektif.


The Conjuring pun lebih ingin membuat penonton-penontonnya lebih dekat dengan cerita filmnya. Teror satu persatu dengan durasi 110 Menit yang akan membuat penontonnya akan sangat menanti-nantikan credit title bergulir secepat mungkin. Efek depressing itulah yang malah membuat saya menyukai film ini. Tak ada hal yang baru memang dengan film The Conjuring. Jalinan ceritanya juga cliche. Tak ada yang spesial memang dari screenplay yang ditulis oleh Chad Hayes dan Carey Hayes. Tapi, formula itu dengan baik diarahkan oleh James Wan dan membuat filmnya semakin haunting bagi penontonnya.

Cara menampakkan sesosok makhluk halus di film ini bisa dibilang cukup cliche. Tetapi, dengan berbagai efek depressing-nya itulah yang malah membuat film ini semakin berujung pedih, terutama bagi yang tak suka film horor. Beberapa adegan Jump-Scared yang cukup efektif membuat penontonnya sesekali menutup mata, berteriak, ataupun mencengkram bangku bioskop mereka. Dengan rasa yang begitu klasik dengan set dekor yang tak main-main. James Wan menata semua production value dengan bagus. Semua rasa classic ala tahun 1970-an seperti setting waktu film ini. 

Insidious signature in another James Wan's horror movie. 
James Wan rasanya masih belum bisa move on dari film terdahulunya. Atau bisa di bilang itu adalah identity James Wan dalam menggarap sebuah film horor yang mungkin bisa membuat dirinya diingat oleh penikmat film. Hanya dengan menontonnya filmnya kita bisa bilang "Oh, pasti ini filmnya James Wan". Karena di dalam film The Conjuring masih banyak rasa de javu yang membuat saya teringat dengan film James Wan terdahulu yaitu Insidious. 

Masih banyak signatures yang masih ditinggalkan oleh James Wan di film terbarunya kali ini. Metode-metode paranormal yang digunakan untuk merekam aktivitas sosok makhluk halus dengan kamera, sinar ultraviolet, lalu dua karakter asisten paranormal yang juga menjadi sosok karakter yang memberikan beberapa unsur dark comedy di dalamnya. Dan masih banyak lagi signatures lain dari film Insidious yang masih ditinggalkan oleh James Wan di film The Conjuring kali ini. 


James Wan memang bisa dikatakan berhasil dalam mengarahkan film horornya. Semua rasa pressure, depressing, dan jump-scared bisa disuasanakan dengan baik. Atmosfir-atmosfir itu dikondisikan dengan solid dan terjaga dari awal hingga akhir. Belum lagi pergerakan kamera yang cukup dinamis yang digunakan di film ini. Dengan adanya mockumentary tentang kasus The Warrens. Serta perubahan metode penggunaan kamera ke dalam hidden camera juga coba digunakan untuk menambah esensi horor di dalam filmnya.  Dan juga scoring serta opening yang klasik tetap menghantui setiap scene-nya.


Kekuatan cast yang begitu bagus juga semakin membuat esensi horor film ini. Vera Farmiga mampu memberikan performa yang begitu maksimal di film ini. Terlihat sosok Lorraine yang memiliki kekuatan supranatural dan merasakan teror yang mencekam dari Rumah milik keluarga Roger dan Carolyn. Begitupun dengan Lili Taylor yang merasakan teror yang sama saat menjadi Carolyn. Dengan dukungan-dukungan departemen akting lain milik Patrick Wilson, Ron Livingston. Serta penampilan kuat dari Joey King, Mackenzie Foy, Kyla Deaver. Seriously, horror movies with kids has their own strongness. 


Overall, The Conjuring is The Classic horror movie that makes us depressed and feel the pressure from the beginning til end. But, with the high hype I expect something more than that. But, it's a solid horror movie which very worth to watch. James Wan still use his Insidious signatures in this movie. With a powerful cast and another powerful aspect. Lets enjoy play hide and seek with this horror movie. Do you wanna play seek and hide? *CLAP CLAP*

Ps : watch the mid credit title and you will know that this story is based from true story and enjoy your sleep.  
 

2 komentar: