Kamis, 30 Oktober 2014

JOHN WICK (2014) : Super High Dose of Fun


Film genre action menjadi salah satu favorit para penonton. Asal ada suara tembakan dan ledakan, film genre ini akan dengan sangat mudah menarik minat penontonnya. Tetapi, sebuah film aksi akan menjadi sangat hambar tanpa dukungan plot yang kuat. Bisa juga, film genre ini mengemas setiap adegannya dengan kemasan yang lebih segar agar menjadi satu karya besar di genre ini. Tetapi seperti apapun, film genre action akan dengan mudah membuat penonton berbondong-bondong pergi ke bioskop.

John Wick, sebuah film aksi yang menambah daftar panjang film-film dengan genre action. Film ini menjadi karya debut dari sutradara Chad Stahelski yang pada awalnya lebih dikenal sebagai seorang stuntman di film-film besar Hollywood. Keanu Reeves menjadi lead actor untuk film debutnya kali ini. Meski begitu, ini bukan pertama kali Chad Stahelski berkerja sama dengan Keanu Reeves. Karena dulu, Chad Stahelski pernah menjadi stuntman Keanu Reeves di film The Matrix. 


Premis film ini mungkin akan terlihat cukup aneh, ketika seseorang bernama John Wick (Keanu Reeves) ditinggal oleh sang istri. Di akhir hidup istrinya, sang istri merencanakan untuk memberikan kado terakhir untuk John Wick yaitu Seekor Anjing dan sebuah mobil Ford Mustang tahun 1969. Ketika hidupnya mulai berjalan normal, seseorang bernama Iosef Tarasov (Alfie Allen) menyerang rumahnya dan mencuri mobil miliknya.

Dia pun menyerang John Wick dan juga membunuh anjing yang dibelikan oleh sang istri. John Wick pun tidak terima karena dua barang terakhir milik istrinya ini diambil. John Wick pun melancarkan sebuah misi balas dendam kepada Iosef dan kawan-kawannya. Kegiatan balas dendamnya ini pun menghubungkan dia kepada gembong mafia rusia yang jahat dan masa lalunya. 


Style over substance with super fun action packed

Film dengan genre action sudah mengotak-atik formula yang sama dari A hingga Z. Tetapi, bagaimana pintar-pintarnya para sutradara di genre ini mengemas formula A hingga Z itu menjadi A atau Z dengan faktor “Wow” yang akan disukai oleh penontonnya. Dengan sering munculnya film genre action di setiap tahun, sebagian besar masih akan menggunakan formula dan template yang sama antara satu film dengan film yang lainnya.

Dan ketika penonton haus dengan film-film genre action yang segar, datanglah Chad Stahelski yang membawa John Wick menjadi sajian film action yang segar. Dia bukan menawarkan sesuatu yang baru di dalam konflik filmnya. Malah, premis miliknya pun akan sedikit terkesan konyol dibanding film-film bertema sejenis. Tetapi, John Wick dikemas sangat berbeda dan begitu mengasyikkan yang ditujukan kepada penonton atau penggemar film action yang haus akan hal segar itu.

John Wick hanya memiliki 95 menit durasi untuk menjalankan setiap ceritanya. Dengan plot tipis, John Wick berhasil menguatkan plot tersebut. Sehingga, 95 menit akan terasa sangat efektif menceritakan segala hal yang ada di dalam filmnya. Bagusnya lagi, Chad Stahelski berhasil menginterpretasi naskah milik Derek Kolstad yang berpotensi menjadi sajian yang biasa saja. John Wick benar-benar berhasil membangun rasa penasaran penontonnya hingga ke menit terakhir film ini.


Film ini disusun seperti sebuah teka-teki yang benar-benar acak. Penonton benar-benar akan merasa kekurangan informasi tentang siapa itu John Wick dan apa yang terjadi dengannya sebelum adegan pembuka. Sehingga seiring bertambahnya durasi, penonton akan dijejali sedikit demi sedikit informasi tentang John Wick. Pada akhirnya, akan menemukan sebuah pola tentang informasi tersebut. Hal inilah yang dikemas begitu kreatif sehingga John Wick yang memiliki naskah klise dan plot yang minimalis ini berhasil menjadi sajian yang begitu segar untuk penontonnya.

John Wick memang tidak mendapat treatment untuk bagian naskahnya. Akhirnya, Chad Stahelski menggunakan segala intens-nya untuk adegan aksi di setiap menitnya. Adegan aksi di film ini pun disajikan penuh dengan sesuatu yang stylish. Penonton akan duduk manis di kursi mereka karena terpesona dengan adegan tembak-tembakan yang sangat indah untuk disaksikan. Apalagi dengan rating R untuk film ini menambah tingkatan violence untuk filmnya. 


Beberapa poin yang patut untuk digarisbawahi adalah bagaimana musik-musik di film ini bekerja dengan sangat baik. Berkolaborasi dengan setiap adegannya dan menciptakan harmoni yang indah. Musik-musik di film ini bisa menguatkan adegan-adegan aksi tersebut. Memberikan intensitas yang sangat luar biasa untuk penontonnya. Sehingga, John Wick seperti sebuah medley video klip yang indah di setiap action sequences-nya.

John Wick pun menjadi titik balik bagi Keanu Reeves. Di mana Keanu Reeves kembali ke jalannya yang benar. Di film ini lah, penonton kembali melihat aktor Keanu Reeves yang mereka kenal sebelumnya. Setelah selama beberapa waktu ini, Keanu Reeves benar-benar dalam titik terendah dalam karirnya. Di dalam film ini, Keanu Reeves berhasil menghidupkan karakter John Wick yang dingin dan tanpa ampun, tetapi masih memiliki sisi humanis yang vulnerable


Dengan segala ketipisan plot dan premisnya yang terlihat konyol, John Wick adalah sajian film di genre action yang sangat menyenangkan. Tanpa perlu basa-basi dan di dalam 95 menit durasinya, sajian klise film ini berhasil menjadi sajian yang sangat segar untuk dinikmati dengan beberapa aspek menguatkan film ini. John Wick pun menjadi titik balik Keanu Reeves yang sempat turun di beberapa filmnya. Waiting for the sequel, huh? He would be back. 

1 komentar: