Sabtu, 12 Oktober 2013

REVIEW - PRISONERS

Prisoners, Drama misteri teka-teki yang di garap oleh Denis Villeneuve. Sutradara asal Canada yang sebelumnya menyutradarai film berjudul Incendies. Filmnya terdahulu masuk ke dalam nominasi Best Foreign Pictures tahun 2011. Kali ini, dia mengajak Jake Gyllenhaal serta Hugh Jackman untuk masuk ke dalam sebuah labirin teka teki yang dia garap.


Ketika Keluarga dover yang terdiri atas Keller (Hugh Jackman), Gracie (Maria Bello), Ralph (Dylan Minnette), serta Anna (Erin Gerasimovich) sedang merayakan hari Thanksgiving di rumah pasangan suami istri Franklin Birch (Terrence Howard) dan Nancy Birch (Viola Davis). Kala itu, anak paling bungsu mereka sedang bermain bersama. Ternyata mereka berdua hilang. Di culik oleh seseorang.

Pelaku kala itu di duga adalah Alex Jones (Paul Dano) yang sedang tinggal dengan bibi nya yaitu Holly Jones (Melissa Leo). Tapi, ketika Alex di tangkap dia tidak memberitahu kemana anak-anak yang dia culik. Detective Loki (Jake Gyllenhaal) adalah agen yang berusaha untuk menemukan anak-anak keluarga Dover dan Birch. 

Villeneuve’s puzzle spreading around the movies and lets build it by your own.
Saya belum pernah menyaksikan film milik Denis Villeneuve sebelumnya. Bahkan Incendies yang katanya memiliki premis cerita yang sama dengan Prisoners pun belum pernah saya tonton. Sebelumnya saya tak menaruh ekspektasi apapun dengan Film ini. Mengetahui premis cerita dari Prisoners pun tidak. Hanya melihat sekali trailernya yang menurut saya tidak seberapa menarik untuk di tonton. Hanya saja, nama-nama yang begitu intriguing dan promising menghiasi jajaran cast film ini.

Bahkan sebelumnya saya belum tahu siapa itu Denis Villeneuve yang ternyata memiliki track record gemilang. Mempunyai satu film yang masuk nominasi oscar. Maka, daya tarik utama saya saat menyaksikan film ini adalah para cast yang bermain di film ini. Nama-nama seperti Hugh Jackman dan Jake Gyllenhaal serta Viola Davis adalah penarik minat saya untuk menyaksikan film ini. Dengan tidak memberikan hype yang lebih kepada film ini, so yes, its surprisingly being an outstanding movie.

Prisoners berisikan banyak sekali misteri-misteri yang berceceran dan sangat enak untuk dijelajahi satu persatu. Kita akan di ajak masuk ke dalam dunia-dunia milik Villeneuve yang kelam. Suasana misteri di film ini terbangun sangat bagus. Membuat kita sebagai penonton akan mencoba untuk menebak-nebak apa yang terjadi berikutnya di film ini. Meskipun banyak sekali persepsi berbeda yang akan kita dapatkan saat selesai menonton film ini. 


Premisnya terkesan sederhana. Kidnapped or Abdcution yang sering digunakan oleh beberapa sineas Hollywood. Sebut saja yang paling sederhana dan cukup terkenal yaitu Taken dan sekuelnya itu. Tapi, perbedaan yang cukup signifikan dilakukan oleh Denis Villeneuve di film Prisoners. Maka, premis tentang kidnapped ini di perluas konfliknya. Sehingga karakter-karakter di film ini pun semakin berkembang dan memiliki konfliknya masing-masing tetapi tetap berada dalam satu lingkaran utuh dalam filmnya. Tak malah merusak keutuhan film Prisoners.

Well, Villeneuve mengarahkan skrip yang ditulis oleh Aaron Guzikowski dengan bagus. Dia mencoba menyebarkan setiap potongan-potongan puzzle-nya di setiap scene-nya. Setiap adegan memiliki easter egg masing-masing tanpa berusaha menjadi sok pintar. Memiliki banyak gerak-gerik yang bermakna di setiap adegannya dengan tambahan berbagai unsur yang biblical di dalamnya. Denis Villenueve sangat pintar untuk menutupi semua teka-teki yang dia sebarkan di dalam filmnya sendiri. Sehingga membangun baik tensi ketegangannya yang bertambah. And yes, every minutes of this movie is very worthed. 


Jangan kalian membatalkan niat kalian untuk menonton film ini karena durasinya yang memang panjang. 153 menit untuk film drama misteri mungkin kalian akan merasa malas. Takut untuk menguap ataupun tertidur. Tidak, kalian akan sama sekali tidak diperbolehkan oleh sang sutradara untuk tertidur. Mata kalian akan tetap terjaga, otak akan terus mencoba mencerna setiap adegan. Setiap adegan yang memiliki easter eggs yang akan membawa kita menuju berbagai adegan selanjutnya di dalam film ini.

153 menit yang memiliki suasana misteri yang sangat kental. Suasana-suasana itu begitu menjanjikan. Penonton akan bisa ikut merasakan apa yang sedang sang karakter rasakan. Emotional and thrilling in every minutes they made. 1 jam awal, kita akan mulai mengenal karakternya. Lalu, mulailah kita masuk ke dalam labirin milik Villeneuve. “Finish it and you can go home” sebuah quote dari film ini dan itulah yang akan kita rasakan saat menyaksikan film Prisoners ini. Tontonlah film ini hingga selesai, cerna, dan kalian akan menemukan sesuatu yang berbeda. So yes, Prisoners akan menampilkan atmosfir thrilling itu hingga otak kalian akan gemetar. 


Maka, Denis Villeneuve tak menuntun kita hingga akhirnya kita akan menemukan susunan kepingan puzzle-nya yang sudah dia sebar di setiap scene-nya. Membuat kita sebagai penonton yang mandiri. Lalu menyusun sendiri setiap teka-tekinya. Tidak malah mengumbarkan setiap penyelesaiannya sendiri. Banyak sekali adegan-adegan yang memiliki ke-ambguitas-an. Memiliki makna yang berbeda dan akan membuka diskusi panjang bagi penonton yang telah menyelesaikan film ini. Persepsi-persepsi yang berbeda dari setiap penontonnya inilah yang mengasyikkan.

Bahkan, semua pecahan misteri itu masih saja terjadi di filmnya. Cliffhanger ending yang masih penuh misteri. Perlu mencerna film ini dengan perlahan-lahan. Barulah kita akan memetik keindahan film ini. Dan itulah yang saya rasakan. Jangan terburu-buru merasa tidak puas. Prisoners memiliki banyak pengalihan dari topik utama film ini. Membuat kita sebagai penonton akhirnya berpindah posisi saat memihak siapa yang benar dan siapa yang salah di film ini. 

 
Powerful acted by the casts.
Semua suasana film ini yang bisa di bilang sangat menegangkan serta emosional, tak lain juga disebabkan oleh performa akting yang sangat prima dari Hugh Jackman. Dia sebagai pemeran utama film ini mampu memerankan karakternya yang begitu desperate dengan baik. Hugh Jackman bermain sangat bagus sekali ketimbang dia memerankan sosok Wolverine. Terlihat sekali permainan mimik wajah, serta gimmick lainnya yang berusaha dia berikan untuk menghidupkan karakter Keller Dover yang desperate karena kehilangan anaknya.

Serta ada Jake Gyllenhaal yang mampu berperan sebagai Detective Loki. Mampu memerankan Loki yang sangat tangguh dalam memecahkan kasus milik keluarga Dover dan Birch. Serta beberapa cast lain seperti Viola Davis, Terrence Howard, atau Melissa Leo. Serta Paul Dano sebagai Alex sang suspects yang memiliki gelagat dingin dan misterius juga di perankan dengan baik. Dan semoga Academy Awards setidaknya memasukkan Hugh Jackman dalam nominee Best Leading Actor serta Paul Dano di nominee Best Supporting Actor


Overall, Prisoners is most thrilling and intriguing movie with simple premise. Tak hanya memiliki pandangan sempit dalam topik utamanya saja, melainkan beberapa expanding character yang juga menambah setiap konflik yang ada. Sebuah film misteri yang sangat ‘dewasa’. Menyebarkan banyak puzzle yang tertutup rapat dari menit pertama hingga akhir filmnya. Finish the maze, So you can go out and find the beautiness. 

6 komentar:

  1. Masih gak ngerti sama film ini, kenapa joy bilang kalo Mr. Dover yang solatip mulutnya, apakah dia di bius?
    dan kenapa pas joy bilang gitu, mr. dover langsung tau pelaku nya...

    trus gmn nasib mr. dover masa gak ketemu, kan ada peluit.. dia bisa pake pluit pas ada pengecekan di rumah bibinya alex?

    please help me

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Agan salah persepsi pas kalau Mr. Dover yg solatip mulutnya. Karena si Joy Bilang "It put tape on our mouths." yg artinya bukan Mr.Dover yg solatip mulut mereka berdua, melainkan Ms.Jones yg ngelakuin.

      2. Kenapa Mr.Dover bisa tau ? Jelas, karena tempat terakhir yang di datengin sama Mr. Dover yaitu rumah Ms.Jones.

      3. Mungkin karena durasi yang udah terlalu panjang/biar yg nonton menduga-duga, tapi di scene terakhir Detektif Loki denger suara pluit. Jadi ya ga menutup kemungkinan kalau Mr.Dover bakal ditemuin.

      Hapus
    2. Ulasan yang bagus, tp yang masih jadi pertanyaan, joy bilang klo mr dover ada di tempat mereka di sekap kmrin, tp mr. Dover kan tidak pernah ke rumah ms jones, knp mr. Dover lgsung tahu klo pelakunya mr jones

      Hapus
    3. Coba tonton lagi deh. Mr. Dover pernah kerumah ms. Jones sebelumnya, pertama kali pas mr. Dover pengen cari tau tentang labirin yang alex omongin waktu di sekap. Makanya langsung kerumah ms. Jones, siapa tau dia(dover) dapet petunjuk tentang labirin. Dan saat itu mungkin si joy denger suara mr. Dover dirumah ms. Jones, tapi joy gabisa teriak karna mulutnya di selotip.

      For the real question is, kenapa labirin? Maksudnya apa harus nyelesain labirin dulu terus boleh pulang? What's the point? Ada apa emang dibalik labirin itu? Tujuannya nyulik anak-anak cuma untuk nyelesain labirin? Trus latar belakang bobby taylor nyuri baju ana sama joy supaya anak-anak itu disangka mati? Trus apa hubungan bobby taylor sama ms. Jones?

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus