Selasa, 08 Oktober 2013

REVIEW - RUSH

Film bertema sport sangat jarang di angkat oleh Hollywood. The Fighter, salah satu contoh film bertema sport yang malah menjadi nominasi Academy Awards. Kali ini, Ron Howard mencoba mengangkat tema sport di filmnya. Mengambil cerita dari seorang pembalap, Rush dibintangi oleh Chris Hermsworth dan Daniel Bruhl.


James Hunt (Chris Hermsworth) adalah seorang pembalap yang hanya menggunakan instinct-nya saja saat mengendarai mobilnya. Berbeda dengan Niki Lauda (Daniel Bruhl) yang benar-benar memperhatikan semua aspek dari dalam mobil dan faktor lainnya saat melakukan turnamen. Mereka berdua memiliki kepribadian yang berbeda.

Maka tak salah jika mereka pun menjadi rival satu sama lain. James Hunt adalah sosok yang ambisius. Dia ingin menjadi seorang juara mengalahkan Niki Lauda. Meski begitu Niki Lauda tetap memiliki passion membalap, tetap tenang tak seperti James Hunt. 

 
A Heart Pumping ‘Based On True Story’ movie
Nama Ron Howard sudah mulai mendapat sambutan baik semenjak menggarap film A Beautiful Mind yang juga memenangkan best picture di Academy Awards. Tapi, beberapa filmnya yang kontroversial layaknya The Davinci’s Code serta Angels & Demons yang mendapat kritik beragam dari Kritikus. Maka kali ini, dia menggarap sebuah film biopic tentang sesosok pembalap bernama James Hunt dan Niki Lauda dengan judul Rush.

Rush, film bertema olahraga Racing F1 ini tak lantas meniru 6 seri Fast & Furious. Toh, film ini memang seperti sebuah biopic. Unsur drama yang kental tentang perjuangan seorang pembalap from zero to hero lah yang lebih ditonjolkan di film ini. Dengan durasi sekitar 120 Menit, mungkin tak akan menggugah minat penontonnya. Tapi, anda jangan salah. Rush bukanlah sebuah Drama Biopic dengan isi yang kosong dan membosankan.

Rush adalah film drama yang mampu merebut penontonnya. Pembangunan cerita di first act nya mampu mengangkat karakter utama dari film ini. Kita akan mengetahui dengan jelas siapa itu Niki Lauda dan James Hunt. Mengetahui perbedaan yang signifikan antara sifat Niki Lauda serta James Hunt. Meskipun mereka tetap memiliki satu tujuan yang sama yaitu memenangkan Grand Prix F1. Kita akan mampu mengenal lebih siapa itu Niki Lauda ataupun James Hunt meskipun kita pun sebelumnya tak pernah tahu siapa mereka. 


But yes, bagi penonton mainstream, dengan poster yang menunjukkan adegan balapan, mungkin satu jam pertama itu akan menyiksa batin penonton yang menantikan adegan balap-balapan mobil dengan berbagai ledakan. So sorry common people, RUSH is definitely not Fast & Furious. Its Different, but it much better. Dengan banyaknya unsur drama di dalamnya, inilah yang malah menjadi sesuatu hal yang menarik bagi film ini. Tak perlu iringan adegan balapan yang terlalu sering, Rush mampu menarik kita untuk masuk di dalamnya dan merasakan pengalaman seru saat menonton film ini.

Naskah yang ditulis oleh Peter Morgan ini mampu di interpretasikan menjadi sebuah sajian yang menarik bagi penontonnya. Memperlakukan pembalap juga seperti manusia lainnya. Menceritakan banyak sisi lain dari pembalap yang sudah profesional pun masih takut dengan segala kemungkinan yang bakal terjadi saat mereka ada di lintasan. Inilah yang coba diangkat oleh Ron Howard di film Rush kali ini. Bukan hanya menceritakan how an ordinary man being a winner. Banyak sekali intrik film yang lebih menarik dan diangkat oleh Ron Howard serta Peter Morgan di film ini. 


Rush pun menceritakan bagaimana kotornya dunia racing F1. Bagaimana sesama pembalap pun masih bisa menjatuhkan satu sama lain. Rush memang tak terpaku dengan tema biopic. Inilah yang membuat Rush berbeda dari beberapa film bertema sport lain yang lebih terpaku pada main conflict yang sama dari satu film ke film lainnya. Intensitas dramanya yang kuat itulah yang membuat film ini semakin bagus. Menyentuh hati penontonnya, mengacak-acak emosi penontonnya.
 
Pembangunan tensi di film ini sangat bagus. Mampu menjaga ritme-nya dari awal hingga akhir film ini. Tidak tiba-tiba tensi film ini melonjak. Maka, Ron Howard dengan pelan-pelan akan menambahkan tensi filmnya seiring dengan durasi yang bertambah. Hingga akhirnya titik puncak dari tensi film ini benar-benar membuat saya merasakan apa yang disajikan di layar. 


Belum lagi tatanan sinematografi serta visualnya yang mampu menangkap setiap detail dari adegan-adegan balap F1 ini. Sinematografi nya mampu menggambarkan suasana-suasana indah saat berada di sirkuit F1. Satu hal yang saya suka, adegan hujan dengan payung hitam yang di shoot dari atas. Di Film apapun itu, adegan itu selalu memiliki daya tarik sendiri bagi saya. Belum lagi di film ini yang menggambarkan setiap detail dari mesin mobil balap milik Niki Lauda atau James Hunt yang semakin menguatkan intensitas Drama dari film ini.

Serta jangan lupakan scoring indah milik Hans Zimmer. Ah, tak ada yang meragukan dia saat menggarap scoring sebuah film. Scoringnya mampu mengangkat emosi setiap adegan di film ini. Membuat penontonnya semakin merasakan setiap adegan-adegan yang ada. Menyentuh dan indah. 

 
Let them Introduce a good cast as Fire and Ice or Frienemy, Hemsworth and Bruhl
Dan satu hal lagi yang menguatkan film ini. Dua bintang utama yang mampu mencuri layar. Screening time mereka yang banyak dengan kualitas akting yang bagus. Kali ini, Chris Hemsworth seperti membuktikan bahwa dia memang benar-benar seorang aktor. Chris Hemsworth mengeluarkan semua kemampuannya untuk menjadi sesosok James Hunt. Dia akting begitu total. Tapi, Daniel Bruhl lebih mampu untuk mencuri perhatian saya saat menjadi Niki Lauda. Dia begitu menjiwai film ini. 

Support actress-nya seperti Olivia Wilde ataupun Alexandra Maria Lara yang mungkin hanya tampil sedikit tapi mampu menjadi pemanis di film ini. Akting manis milik Alexandra Maria Lara yang menjadi istri Niki Lauda inilah yang juga semakin memaniskan film ini. Menjadi sosok Istri setia bagi Niki Lauda yang akan semakin membuat film ini haru biru.

Sebuah adegan selipan yang memperlihatkan sosok asli dari Niki Lauda dan James Hunt. Membuat saya berfikir bahwa Chris Hemsworth dan Daniel Bruhl are born for this cast. Tampang mereka mirip dengan Niki atau James asli. 


Overall, Rush adalah sebuah film sport semi-biopic dari dua orang pembalap. Dengan intensitas drama yang lebih serta banyaknya side plot yang tak hanya meng-expose sisi zero to hero saja, Rush menjadi presentasi yang bagus dari Ron Howard. Drama kuat, sinematografi yang indah, serta scoring megah dari Hans Zimmer membuat ini menjadi salah satu film terbaik tahun ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar