Tampilkan postingan dengan label march. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label march. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 April 2016

THE DIVERGENT SERIES : ALLEGIANT (2016) REVIEW : The Lowest Point of This Franchise


Dan sekali lagi, buku-buku kategori young-adult menjadi sebuah tren yang cukup gemilang di tangga box office. Tetapi, lambat laun hype film adaptasi dari buku-buku young-adult semakin menurun. Hal itu terlihat ketika bagian final dari Mockingjay tak memiliki hasil opening yang memuaskan, meskipun masih berada di atas rata-rata. Menjadikan seri terakhir di adaptasi buku kategori young-adult adalah sebuah tren baru untuk meningkatkan keuntungan. Dan buku dari Veronica Roth juga mendapatkan perlakuan yang sama untuk adaptasi buku terakhir dari seri Divergent.

Senin, 28 Maret 2016

BATMAN V SUPERMAN : DAWN OF JUSTICE (2016) REVIEW : The Wasted 151 Minutes


Benang merah yang porak poranda di setiap film-film adaptasi DC Comics menjadi sebuah keputusan bagi Warner Bros untuk membuat ulang setiap filmnya. Sehingga, Warner Bros akan memiliki satu franchise superheroes besar yang akan disajikan kepada penontonnya di setiap tahun. Banyak sekali film-film DC yang tak memiliki respon yang baik. Dan Warner Bros memulai line up baru dari karakter-karakter manusia super DC Comics dari tahun 2013.

Jumat, 04 Maret 2016

ROOM (2015) REVIEW : Wide Perspective In A Small Room


Siapa yang bisa menggambarkan secara detil dan mendeskripsikan dunia mereka? Tak ada yang bisa. Setiap manusia pun hanya terbatas pada sebuah regional tertentu untuk dapat mewakili deskripsi tentang dunia mereka. Itu pun mereka harus melakukan sebuah pemahaman tentang bagaimana dunia mereka terbentuk lewat proses kesepakatan bersama. Hal itu dilakukan agar setiap individu dapat memiliki perspektif yang sama mengenai dunia di wilayah yang mereka huni.

Senin, 23 Maret 2015

THE DIVERGENT SERIES : INSURGENT (2015) REVIEW : Bigger Visual, Sacrificing Other Element


Tak perlu khawatir, film dengan embel-embel adaptasi buku best seller tahun ini akan semakin banyak. Terutama pada buku dengan genre young-adult yang sebenarnya memiliki formula yang sama dari satu buku ke buku yang lain. Seri penutup The Hunger Games, babak kedua dari The Maze Runner, dan masih banyak lagi buku-buku young adult meski bukan tema dystopian yang diangkat ke dalam sebuah gambar bergerak.

Sabtu, 21 Maret 2015

CINDERELLA (2015) REVIEW : Old-Fashioned Fairy Tale Without Lose it Magic


Dongeng sebelum tidur kembali dihadirkan di zaman yang sudah serba modern. Sesuatu hal yang menyenangkan ketika akhirnya anak-anak di era ini kembali merasakan dan mengetahui cerita indah di negeri dongeng ini. Tetapi, sayangnya, dongeng-dongeng itu mengalami beberapa perubahan agar bisa mendapatkan pasar yang lebih besar dan lebih universal. Cerita-cerita usang itu entah diceritakan dengan adanya pendewasaan karakter, lebih gelap, atau ingin membuat dongeng tersebut memiliki cerita yang lebih multidimensional daripada sebelumnya.

Senin, 16 Maret 2015

CHAPPIE (2015) REVIEW : Crappie Things with Big Message


Neil Blomkamp sempat membuat karya sensasional untuk debut pengarahannya. District 9, karya pertama miliknya mampu tembus Best Picture pada perhelatan penghargaan film terbesar, Academy Awards di tahun 2010. Berselang 4 tahun, Elysium rilis dan mendapatkan mixed reviews dari para kritikus dan juga para penikmat film. Maka, 2015 ini Neil Blomkamp kembali hadir menyapa penonton bioskop dengan film terbarunya.

Minggu, 08 Maret 2015

FOCUS (2015) REVIEW : They Losin’ it Focus.


Melakukan pekerjaan penuh trik atau tipuan akan sangat riskan jika trik tersebut sudah basi. Begitu pun di dalam sebuah film, trik atau tipuan akan menjadi sebuah premis yang menyenangkan dengan dukungan packaging yang baik. Glenn Ficarra dan John Requa mencoba menggunakan trik dan tipuan dalam mencuri sebagai dasar cerita di film terbarunya berjudul, Focus. Dengan Will Smith dan Margot Robbie yang digunakan sebagai pelakon utamanya.

Sabtu, 29 Maret 2014

THE RAID 2 : BERANDAL (2014) REVIEW : NEXT ROUND OF VIOLENCE


Siapa yang tidak ingat dengan The Raid? Satu film produk dalam negeri yang berhasil mencuri perhatian kalangan internasional. Menduduki posisi 11 di Box Office US dan mendapatkan pujian oleh kritikus internasional. The Raid pun menjadi satu film martial arts dari Indonesia yang patut diapresiasi lebih. Gareth Evans, sang sutradara menggarap sebuah sekuel untuk The Raid. Dengan jangka waktu 2 tahun, sekuel ini berjudul The Raid 2 : Berandal dan dirilis pada tahun 2014.

Jumat, 21 Maret 2014

DIVERGENT (2014) REVIEW : BEATRICE PRIOR AND HER LIFE CHOICE


Lagi dan lagi, sebuah novel yang diadaptasi untuk divisualisasikan menjadi kumpulan gambar bergerak dan menerjemahkan kata demi kata, kalimat demi kalimat dari sebuah novel. Buku-buku young-adult memang selalu menjadi sasasran, terutama jika buku itu memiliki satu premis menarik dan juga bestseller. Setelah seri The Twilight Saga yang sukses secara besar-besaran terutama di segi finansial, para rumah produksi Hollywood pun mengikuti rumus yang sama untuk mendapatkan keuntungan yang besar di industri perfilman.

Minggu, 16 Maret 2014

NEED FOR SPEED (2014) REVIEW : RACE AND SPORT CARS'S SHOWROOM [WITH 3D REVIEW]

 
Mobil-mobil mewah, balapan liar, formual yang sepertinya sudah pernah ditemui di satu franchise Fast & Furious. Setelah Fast & Furious mulai memperpanjang serinya hingga seri nomor tujuh yang terpaksa diundur tahun depan, maka satu film dengan formula (yang hampir) sama dengan franchise tersebut diangkat ke permukaan. Adaptasi dari permainan virtual terkenal, Need For Speed hadir dengan berbagai tentang balapan mobil yang ditawarkan.

Sabtu, 15 Maret 2014

HER (2013) REVIEW : I LOVE YOU, OPERATING SYSTEM


Cinta. Satu tema yang banyak diangkat dalam ragam versi. Mulai dari drama cinta menye-menye hingga cerita cinta dibalut dengan unsur manis dan pintar. Mulai dari yang bertemakan cinta monyet ala remaja hingga cinta sejati sampai ajal memisahkan. Cinta memang satu bahasa yang universal untuk mewakili perasaan kasih sayang yang lebih kepada seseorang. Tetapi, di dalam sebuah film, Drama Cinta ini masih merupakan satu tema yang tersegmentasi di banyak kalangan.